1. Sejarah Terbentuknya Masjid Nabawi
• Pemilihan Lokasi: Lokasi masjid ditentukan secara ilahiah ketika unta tunggangan Rasulullah SAW, yang bernama Al-Qaswa, berhenti dan duduk di sebuah tanah kosong.
• Kepemilikan Tanah: Tanah tersebut awalnya adalah tempat penjemuran kurma milik dua anak yatim dari Bani Najjar, yaitu Sahl dan Suhail bin ‘Amr. Meskipun mereka ingin menghibahkannya, Rasulullah SAW tetap memilih untuk membelinya demi keadilan.
• Proses Pembangunan: Pembangunan dilakukan secara gotong royong oleh kaum Muhajirin dan Ansar. Nabi Muhammad SAW pun terjun langsung mengangkut batu dan bata tanah liat untuk memotivasi para sahabat.
• Arsitektur Awal: Masjid ini awalnya sangat sederhana dengan struktur sebagai berikut:
Ukuran: Sekitar 50 x 50 meter dengan tinggi atap sekitar 3,5 meter.
• Bahan Bangunan: Tembok dari batu bata dan tanah, tiang dari batang pohon kurma, dan atap dari pelepah daun kurma.
• Arah Kiblat: Pada awal pembangunannya, kiblat masjid menghadap ke Baitul Maqdis (Yerusalem) sebelum akhirnya diperintahkan pindah menghadap Ka'bah di Makkah.
2. Fungsi Utama di Masa Nabi
Selain sebagai tempat ibadah salat, masjid ini memiliki fungsi yang sangat luas menurut catatan MUI dan NU Online:
• Pusat Pendidikan: Tempat belajar agama dan ilmu pengetahuan.
• Tempat Tinggal: Bagian serambi masjid (Suffah) digunakan sebagai tempat tinggal kaum fakir miskin yang disebut Ahlus Suffah.
• Pusat Pemerintahan: Tempat musyawarah, menerima tamu delegasi, hingga pusat pengobatan bagi prajurit yang terluka.
Kini, Masjid Nabawi telah berkembang menjadi salah satu masjid terbesar dan termegah di dunia, serta menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi Rasulullah SAW, Abu Bakar Ash-Shiddiq, dan Umar bin Khattab.
#SejarahIslam #SejarahDunia #MasjidNabawi #NabiMuhammad #KisahHikmah
